))))SELAMAT DATANG DI WEB SUTRISNO BONTANG((((PENGUNJUNG YANG KAMI CINTAI, SEMOGA APA YANG KAMI SAJIKAN DI BLOG INI SEMATA UNTUK MEMBAGI PENGALAMAN KEPADA SEMUA DAN TIDAK ADA UNSUR YANG TIDAK BAIK TRIMAKASIH.

Senin, 20 Februari 2012

For My Husband

Dear husband,
I feel much better now. Although sometimes an unpleasant feeling emerged (look in the difficult vocabulary notes behind the letter) in my head, but it doesn’t matter now. I think, I can handle it. Maybe you though that I always vacillating. It’s okay if you though like that. But for me, it was part of process to make my personality become mature day by day. And it made that we knew each other too well. Sometimes the bad thinking actually frightened me. I try hard to think positive. I’m like that maybe because I have a terrible experience in my family and with all its consequence that I ever felt. Moreover, we are in the different world now. You’re in outside and I’m inside. It makes many different things. Our thinking, our vision for a few thing, our activity, our friend and many kinds. I see the world with a black and white vision. And for me it must be for our control. And you…your world so colored. You met many different personalitys and how to face them. I knew it all. I’m not naïve. But remember,…sometimes you must back to think what is your purpose in this world. What is the deal that we had made with our God. So..what ever you do, there is a limitation. Not with there’s no limit. Becouse we’ve a very very bad consequence if we don’t try to limited our desire. You’d better get used to it.
I don’t want to be egoistic. I know now, that I can not force you always thinking and take care of me, every time, every moment, every minute, like you use to be when the first moment we start our relationship in nine years ago. I must be realistic. Maybe it even happened since we’ve got no married yet. I knew that since formerly you never full thinking of me. Becouse beside me there are other girls like Uya ; Yuni ; Wati and others that maybe I never knew. But if I so shock now, that’s because we have got married. I don’t want anything happen with our marriage. You’re my sun shine, my guard, my prince, and my home. If your heart not for me anymore…how can I face the world alone and with our kids behind me. I’m so scare to be alone. I don’t want to be like this. I want to be strong what ever that probably will be happen. But it needs the time. And an courage to face that. I hope we can make our marriage become strong and strong. I love you my husband. Maybe you’re not perfect although you try to be perfect. And I don’t want to pretend that I’m not scare with your characteristic. You always too much care with your “close friend”. It can make our marriage ruin a little by little. But how ever, it has make me more prepare for our future.
I don’t want to be weak again. I want to get up from my dream and start to stride out step by step with a new vision. Like you ever said, we drive our life with follow the stream flow. I hope we follow a right direction. I pray for that every night………………..


Baca Selanjut nya...

LOVE ?

Cinta adalah sebuah perasaan terdalam yang mungkin pernah dirasakan seorang anak manusia. Yang biasnya membuat kita merasa berada di dalam sebuah lingkaran yang terus berputar menuju pusat ketidakberhinggaan, yang bisa membuat kita hanyut terbawa oleh arus putarannya. Meliuk-liuk tanpa henti, menggapai yang tak terjangkau, dan kadang terhempas di kedalaman yang menyengsarakan.
Cinta tidak hanya menuntut kita untuk terus memenuhi pundi-pundinya dengan sejuta pengharapan, sejuta perhatian dan penantian, tapi juga memaksa kita untuk terus bertahan dari amukannya dengan membangun tembok-tembok tinggi menjulang. Ketidakberdayaan, ketersudutan, dan sakit tak terperikan bercampur dengan kehangatan yang tersisa dari matahari pagi yang mulai semakin redup tertutup awan gelap.
Ada kalanya kita terbawa ke dalam pusarannya dan tidak dapat melepaskan diri darinya. Kita hanya dapat membiarkan diri kita terombang ambing dalam arus kuat yang terus menghempas, mencabik cabik nurani kita sampai yang tertinggal hanya seonggok jelaga yang hitam pekat kering kerontang dengan baunya yang sangat menyengat. Dan pada akhirnya kita harus merelakan diri kita lenyap sedikit demi sedikit seperti sirnanya sinar matahari yang bersembunyi di balik selimut malam.
Kemanakah kita akan melangkah?


Baca Selanjut nya...

Cerita Bersambung 4

Ia lari ke arah sungai tanpa berpikir lagi. Ia turun menyamping, sedikit melompat, di sisi kanan sungai. Mula-mula ia baik-baik saja. Sekalipun kemiringan lereng lebih curam daripada yang terlihat dari atas dan tanahnya terus-menerus longsor terinjak kakinya. Ranselnya mulai terasa bagai bayi besar yang tidak stabil dalam ransel bayi. Setiap kali ranselnya bergeser ia harus melambaikan lengan untuk mempertahankan keseimbangannya.Tapi ia baik-baik saja.

Ada satu titik di mana orang-orang telah kehabisan cadangan kekuatannya tidak lagi hidup, melainkan hanya sekedar bertahan.



Kulihat kau di halaman belakang. Duduk di sana, berpikir tentang bintang-bintang dan hal-hal yang tak akan bisa kumengerti.

Pintu itu didesain hanya cukup untuk satu orang.

Karena ayahnya yang akan tahu, kalau ia memahami, kalau ia bisa menerjemahkannya.

Senyum yang menerangi wajah ayahnya adalah pemandangan termanis dan tertulus yang pernah dilihat trisa. Trisa memejamkan matanya dan terlelap.

Ia menyusuri jalan itu selama satu jam. Hingga senja begitu pekat mengelilinginya.

Dalam suasana hatinya sekarang iahampir tidak peduli.
Mungkin seluruhnya Cuma mimpi yang bisa kau alami pada saat kondisimu setengah tidur dan setengah terjaga pada saat yang sama.




Sore hari musim gugur itu sangat cerah dan hangat, sehingga

Menurut Valerian, adalah picik kalau kita menganggap kita sudah mengetahui seluruh hokum fisika.

Menyimpan kemarahan besar pada seseorang, hanya akan menghabiskan terlalu banyak waktu kita.

Ketika aku memikirkannya, tidak ada kemarahan lagi.
Kami duduk di bangku dan memperhatikan burung-burung terbang. Aku merasa senang dan damai.


Baca Selanjut nya...

  © by trisno_btg@yahoo.com

Kalimantan Timur Bontang